shogun.jpgbatik.png


Jepang adalah suatu negara yang berada di kawasan benua asia, tepatnya di Asia Tengah. Dulunya, jepang adalah penjajah bangsa Indonesia, sekalipun dalam prakteknya Jepang juga membantu Indonesia dalam melawan penjajah lain, yaitu Belanda dan membantu dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Sekarang Jepang dikenal sebagai negara yang lebih maju dibandingkan Indonesia. Sehingga banyak masyarakat pribumi yang hijrah ke negeri matahari terbit ini.
Jepang membagi wilayah indonesia menjadi tiga daerah militer yang masing-masing dikendalikan oleh angkatan darat (rikugun) dan angkatan laut (kaigun). Selain itu, Jepang juga membentuk lembaga-lembaga semimiliter seperti keibodan, heiho, peta, dan lain sebagainya dalam rangka memenuhi kebutuhan akan tenaga perang jepang yang nantinya dapat diandalkan untuk membantu jepang dalam menghadapi dan memenangi Perang Asia Timur Raya.
Keadaan pendidikan semasa pendudukan Jepang justru semakin menurun bila dibandingkan dengan pendudukan zaman pemerintahan Hindia-Belanda. Beberapa perguruan tinggi sempat terhenti selama beberapa tahun. Walaupun kemudian muncul kembali pendidikan oleh Jepang. Namun sistem pendidikan yang ada serta kurikulumnya diarahkan kepada kepentingan perang. Krisis ini diperparah dengan diambilnya para guru ke dalam pemerintahan dan dijadikan pejabat, sehingga mutu pendidikan semakin merosot.
Dalam bidang sosial, jepang memberlakukan sistem romusha bagi masyarakat pribumi. Jepang tidak saja membuat tanah-tanah nusantara kehilangan potensialnya, tetapi juga memperkerjakan rakyat ke luar negeri, sehingga banyak dari mereka yang telah berada di luar negeri seperti malaysia, burma yang tidak ingin kembali ke negeri asalnya karena takut mati.
Selain itu, mereka juga membuat tradisi jugun ianfu, yaitu perekrutan  para perempuan dari Asia untuk dijadikan pekerja. Mereka awalnya dijanjikan untuk menjadi pekerja seperti dokter, guru. Namun kenyatannya, mereka dijadikan perempuan penghibur bagi tentara jepang. Saat itu, diperkirakan sebanyak  200.000 perempuan Asia dijadikan sebagai jugun ianfu.
Dalam aspek bahasa dan stratifikasi sosial, jepang cukup memberikan keuntungan bagi rakyat. Hal itu megingat bahwa Jepang menetapkan bahasa indonesia sebagai bahasa pengantar, dan juga memosisikan golongan Rakyat Bumi Putra diatas golongan eropa dan asia, terkecuali Jepang. Hal ini dimaksudkan Jepang agar mampu kembali merebut hati rakyat untuk membantu Jepang dalam memenangkan perang Asia-Pasifik.
Dalam bidang budaya, sesuai dengan adat kebiasaan Jepang, dimana mereka membiasakan apa yang disebut sebagai seikerei, yaitu sebagai penghormatan terhadap kaisar jepang yang dianggap sebagai keturunan Dewa Matahari dengan cara menundukkan badan dalam-dalam. Namun, hal ini justru menimbulkan perlawanan dari pihak pesantren yang ada saat itu. Selain itu, jepang juga membuat pusat kebudayaan yang dinamakan Keimin Bunkei Shidoso, dimana rakyat Indonesia dapat meningkatkan keseniannya. Namun, lagi-lagi hal ini harus dibatasi. Artinya semua kegiatan kesenian harus tetap berada pada jalur kepentingan Jepang. Begitu pula yang terjadi pada buku-buku karangan dan bahkan pers.
Dalam bidang ekonomi, Jepang menyita aset-aset yang penting, seperti hasl perkebunan, bank dan perusahaan-perusahaan. Hal ini dilakukan agar sejalan degan motto Jepang yaitu “negara makmur, militer kuat”, yang muncul setelah mereka sadar akan ketertinggalannya dalam berbagai bidang, terutama ekonomi dan militer bila dibandingkan dengan negara barat. Selain itu, mereka juga memberlakukan sistem romusha yang sangat menyiksa bangsa pribumi saat itu, dimana hal itu juga didukung oleh ketatnya penjagaan dan pengawasan Jepang terhadap sektor ekonomi. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya kebijakan self-sufficiency, dimana rakyat yang bekerja harus mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Sementara rakyat dipekerjakan dengan keras dan semena-mena, mereka dituntut untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.
Menurut saya, Indonesia yang memiliki banyak potensi di berbagai bidang dan kekayaan alam tentunya dan seharusnya bisa menjadi pesaing Jepang di kala modern ini. Apalagi bila didukung dengan ingatan mengenai masa lalu yang kelam dengan negara tersebut. Melihat potensi kekayaan alam yang lebih dari negara matahari terbit tersebut, Indonesia seharusnya dapat memanfaatkan potensi tersebut secara maksimal, dan tidak selalu bergantung dengan negara tetangga tersebut. Walaupun seperti yang kita ketahui, Jepang merupakan negara yang lebih maju dalam industri dibandingkan Indonesia, tetapi Indonesia lagi-lagi harus memanfaatkan potensi yang tersedia dalam memaksimalkan segala aspek yang ada. Bila semua aspek diperbaiki, dikembangkan dan ditingkatkan, baik dari segi SDM maupun SDA, maka dipastikan Indonesia akan lebih unggul dari Jepang. Mengingat ada slogan “tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini...”





Komentar

Postingan Populer